Adab Adab dalam Berdo’a

Publikasi: Kamis, 22 Rajab 1435 H / 22 Mei 2014 09:39 WIB

Pemateri : Ust. Fathuddin Ja’far, MA.

doa mustajabDiantara faktor-faktor yang membuata hati kita hidup yang paling utama adalah: zikrullah, membaca al-Qur’an, istighfar, dan doa, dan semua itu telah kita bahas. Dan sekarang akan kita bahas adab-dab berdoa. Yang namanya meminta kepada manusia ada adabnya apalagi  meminta kepada Allah dan doa itu sendiri adalah ibadah.

Adab-Adab Berdoa.
                Adab berdoa diantaranya adalah menggunakan waktu-waktu yang mustajab, bukan berati di luar waktu-waktu mustajab tidak mustajab akan tetapi pada waktu mustajab ini potensi untuk dikabulkan jauh lebih besar misalkan waktu arafah, tiap tahun itu ada hari mustajab yaitu:

1. Hari Arafah

Hari arafah yaitu pada tanggal sembilan dzulhijjah yaitu pada saat orang-orang yang haji berada di arafah maka ambil kesempatan tersebut untuk berdoa dan jangan sampai kita lalai pada hari itu walaupun kita tidak di arafah. Karena Nabi memberikan berita kepada kita bukan tempatnya akan tetapi harinya (waktunya).

2. Bulan Ramadhan

Kemudian dari bulan-bulan yang paling mustajab yaitu bulan ramadhan, makanya harus kita gunakan bulan ramadhan ini untuk banyak-banyak doa.

3. Hari Jum’at

Dalam satu minggu juga ada hari yang mustajab yaitu hari jumat, kemudian dalam satu hari juga ada waktu mustajab yaitu

4. Waktu Sahur

Ini termasuk waktu yang palin mustajab.

Jadi Allah membuat dalam setahun ada hari yang paling mustajab, dan Allah membuat waktu-waktu mustajab ini agar kita bisa membidik waktu-waktu itu dan ini adalah salah satu adab berdoa yaitu dengan menggunakan waktu-waktu yang mustajab.

Menggunakan Moment Terbaik.

Di antara moment-moment terbaik untuk berdoa adalah :

1. Waktu Turun Hujan

Maka tidak sepantasnya orang mukmin turun hujan malah ngomel “Hujan lagi hujan lagi banjir deh” maka sebaiknya waktu turun hujan maka kita tidak ngomel akan tetapai berdoa kepada Allah, jika perlu berdoa sampai hujan berhenti. Makanya Nabi kita mengajari ketika hujan berdoa:

اللهم صيبا نافعا

“Ya Allah jadikanlah hujan ini bermanfaat”.

Bukan hujan justru menjadi adzab, misalkan kita berdoa “Ya Allah jadikanlah suasana hatiku seperti hujan ini, ya Allah tenangkanlah hati saya sebagaimana tenangnya hujan ini” jadi kita harus meminta kepada Allah di saat hujan ini.

2. Ketika Terjadi Pertempuran.

3. Ketika Kita Sujud

إِنَّ أَقْرَبَ مَا يَكُونُ عَبْدٌ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا مِنَ الدُّعَاءِ.

                “Waktu terdekat antara hamba dengan Allah adalah ketika sujud, makadari itu perbanyaklah unuk berdoa”

Makanya tidak jarang kita lihat ada orang sujudnya lama sekali, Cuma ketika salat sendiri jangan ketika menjadi imam karena akan memberatkan makmum yang mempunyai hajat. Makanya dalam shalat fardhu salah satu adapnya adalah tidak panjang-panjang akan tetapi jika shalat sunnah misalkan salat tahajud maka tidak masalah.

4. Di Antara Adzan dan Iqomah

Makanya tidak pantas bagi kita di waktu antara adzan dan iqomah ini ngobbrol kesana-kemari karena nabi bersabda: “Doa antara adzan dan iqomah itu tidak tertolak” makanya ngobrolnya dengan Allah saja.

5. Mengazamkan Doa

Maksudnya tidak seenaknya, yaitu dengan sungguh-sungguh, bukan sekenanya dan asal-asalan maka jika kita hendak berdoa maka harus di tekadkan dengan benar dan dia harus yakin akan dikabulkan. Jangan sampai mengatakan seperti yang rasulullah katakan: “ ya Allah ampuni aku jika engkau mau” maka doa yang seperti ini adalah salah, jadi doa harus datang dari hati yang yakin dan jika perlu sebut masalah kita. Jangan doa seolah-olah seperti terpaksa maka sebutkan masalah kita kepada Allah: “ ya Allah aku ingin haji ya Allah “ sebagai misal. Tidak akan rugi orang yang meminta kepada Allah.

6. Dalam Keadaan Suci dan Menghadap ke Kiblat

Kecuali jika kita dalam keadaan perjalanan di atas kendaraan, mak menghadap kemana kendaraan itu.

7. Mengulang-Ulang Doa Hingga Tiga Kali.

Hendasknya seseorang itu mengulang  doanya tiga kali-tiga kali terutama masalah yang paling urgen, yaitu doa keselamatan dunia dan akhirat.

8. Memulai dengan memuji Allah dan menyanjung dengan nama-nama-Nya dan sifatnya dan kita sebut nikmat-nikmatnya.

Misalkan: “Ya Allah Engkau telah memberikan saya hidup dengan gratis, Engkau berikan saya nyawa, Engkau berikan aku kesehatan, Engkau beri kesempatan aku mengaji” ingat semua nikmat-nikmat Allah itu.

9. Menyebut Salawat dan Salam.

Terkhir baru kita menyebut hajat kita itu, dan berdoa ini harus dalam kebaikan tidak boleh keburukan misalkan doakan anak celakan, orang celaka, karena jika Allah kabulkan maka bahaya, mungkin akan membuat kita menyesal, sampai kepada orang yang mendzalimi kita “ Ya Allah berilah dia kesadaran, berilah dia tobat, buka hatinya unuk al-Qur’an” karena jika soal balasan sudah tentu Allah akan membalas, biar orang-orang yang medzalimi kita maka Allah sendiri yang akan membalas maka fokus kita hanya meminta kepada Allah yang baik-baik

10. Ditutup dengan Salawat kepada Nabi Juga.

Dan pernah saya melihat orang tua di Depok jika berdoa dia sebutkan 99 nama Allah, maka saya pun salut padanya. Hah itulah adab berdoa yang luar biasa. Maka bagaimana Allah mau kabulkan jika doa kita terburu-buru disebut hanya sekali dua kali?    Kita tidak perlu mikir kapan terkabul-kapan terkabul, kapan terkabul itu adalah urusan Allah. yang kita pikir hanya doa dan kualitas doa kita, karena doa itu kemungkinan akan datang cepat dan kadang akan datang lambat atau bisa jadi tabungan amal di akhirat karena doa adalah ibadah

Jangan jadikan Allah seperti pesuruh kita, seperti pembantu misalkan “ Ee cepat kamu belikan gula” dia lama-lama maka kita marah padanya. Mungkin jika pembantu bisa seperti itu akan tetapi Allah tidak bisa seperti itu, namanya kita minta maka kita harus sabar

                Agar Doa yang Kita Panjatkan Dikabulkan.

Agar doa kita dikabulkan oleh Allah maka kita harus halalkan makan minum kita, seperti dalam hadits seorang musafir rambutnya kusut dan pakaianya kumal meminta kepada Allah: “Ya Allah, ya Allah” kemudian Rasulullah berkata, bagaimana doanya akan diterima, padahal makanannya haram, minumnya dari hal yang haram, pakeanya dari hal yang haram. Makanya kita jika hendak berdoa maka kita cek diri kita dari mana barang-barang kita itu? Karena jika dari hal yang haram maka akan menjadi hijab bagi doa kita. Dan jangan kita berdoa unuk berbuat dosa dan jangan doa untuk memutuskan silatur rahmi, dan tidak pantas minta disegerakan ijabah misalkan dengan mengatakan “ Saya sudah berdoa kok tidak dikabul-kabulkan?”

Maka dalam hadits dikatakan: “Akan dikabulkan doa kalian itu selama kalian tidak tergesa-gesa” jadi urusan kabul itu  adalah urusan Allah, urusan kita hanya berdoa, tiap hari kita meminta kepada Allah karena ini adalah ibadah dan Allah suka untuk dimintai, jdai doa ini adalah ibadah yang punya intek untuk dunia dan akhirat, jika kita kerja belum tentu akan tetapi jika kita berdoa jelas intek dia ddunia dan akhirat karena dia ibadah, dikabulkan alhamdulillah dunianya dapat dan jika belum dikabulkan maka tabungan di akhirat .

Yang perlu kita tanamkan dalam diri kita adalah Allah tidak akan pernah lemah untuk mengijabahi doa kita dan tidak akan pernah mengurangi pemberiannya kepada kita. Jika kita berfikir secara objektif, betapa banyak apa yang tidak kita minta diberi apalagi jika kita minta, maka tidak pantas dengan apa yang kita minta kita langsung ngomel-ngomel, padahal Allah telah memberi kita sesuatu yang banyak. Maka jangan pernah mengurusi Allah, kita urus diri kita bahwa doa adalah ibadah semakin kita banyak berdoa maka akan semakin banyak pahalanya soal kabul atau tidak adalah hak Allah, kita minta kepada Allah yang baik-baik, pilih tempat, momen, waktu yang baik sepanjang hidup kita hanya minta kepada Allah.

Orang yang beribadah kepada Allah mestinya meminta kepada Allah, dia ini hanya kepada Allah tidak boleh kepada yang lain, yakinlah jamaah sekalian doa akan bisa melunakkan yang keras, doa akan bisa mendekatkan yang jauh, bisa membuat musuh menjadi kawan. Ajaklah Allah untuk menyelesaikan urusan kita.

Jika seseorang ingin dekat dengan Allah dan selalu berinteraksi dengan Allah maka hendaknya ia berdoa    akan tetapi harus di ingat jangan pernah mengatur masalah ijabah karena itu adalah hak Allah Ta’ala  , makanya setelah kita berdoa maka kita harus sabar dan jangan pernah berhenti berdoa karena doa adalah ibadah sebagai mana firman Allah.

Anak-anak kita sekarang mana ada yang mau doa? Mau belajar berdoa? Mau makan berdoa? Mau masuk rumah berdoa? Maka ajarilah anak-anak kita berdoa dan jadikan doa ini adalah senjata bagi kaum mukmin baik dalam menolak bala’ ataupun dalam mendatangkan kemanfaatan. Misalkan “Ya Allah saya akan bisnis aku minta kepadamu agar tidak dicelakakan orang” makanya di dalam surat al-Falak disebut dari “kejahatan makhluk” karena musuh kita ya makhluk itu yaitu jin dan manusia, dan kita di perintahkan untuk berlindung dari setan dan orang-orang yang hasad.

Ayat yang memerintahkan pada kita untuk berlindung pada saitan adalah di akhir surat, makanya masalah syaitan adalah masalah yang terakhir yang penting bagaimana ibdah kita dan amalan kita dahulu, makanya mengherankan orang yang minta berlindung dari setan akan tetapi tidak pernah shalat… makanya untuk menerapi orang yang kena gangguan kita urus juga ibadahnya bagaimana shalatnya? bagaimana puasanya?

Wallahu A’lam Bis Showab

(saef/mtf-online.com)