5 Fakta Pidato Anies Baswedan, Nomor Empat Tak Terduga

Publikasi: Selasa, 26 Muharram 1439 H / 17 Oktober 2017 21:47 WIB

Pidato perdana Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan didamping Limbad di Balai Kota pada Senin (16/10). (Qari’ Aliga/Kiblat.net)

(mtf-online.com), Jakarta- Pidato inagurasi Anies Baswedan masih menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Meski pidato itu hanya berlangsung kurang dari setengah jam, namun hingga saat ini masih terus menjadi pembicaraan hangat netizen. Oleh sebab itu, Kiblat.net menyajika 5 fakta seputar pidato Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

1. Diksi ‘Pribumi’ yang Hebohkan Netizen

Dalam pidato perdananya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bercerita tentang masa-masa kelam era kolonial di Jakarta. Ia menuturkan bahwa Jakarta salah satu kota di Indonesia yang merasakan dampak langsung dari penjajahan.

Anies pun mengungkapkan bagaimana kondisi masyarakat Indonesia saat itu dengan menggunakan kata “pribumi”. Kendati berbicara dalam konteks masa penjajahan, netizen seakan tak terima. Anies pun teruts dihujani kritisi atas ucapan tersebut. Hal itu terbukti ketika tagar #pribumi menduduki tangga trending topic di Twitter.

2. Diselingi Petuah-petuah dari Berbagai Daerah Indonesia

Selama 23 menit, Anies Baswedan menyampaikan pidato inagurasinya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Senin (16/10) di Balai Kota. Dalam kesempatan itu pula, Anies didapati menyelipkan beberapa petuah lokal dari sejumlah wilayah di Indonesia. Mulai dari petuah Aceh, Batak, Minang, Betawi, Madura hingga Minahasa.

Bahkan, pidato perdananya itu ditutup dengan sebuah pantun yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Betawi.

Bekerja giat di kali anyar
Mencuci mata di Kampung Rawa
Lusurkan niat teguhkan ikthiar
Bangun Jakarta bahagiakan warganya

Cuaca hangat di Ciracas
Tidur pulas di Pondok Indah
Mari berkeringat bekerja keras
Tulus ikhlas tunaikan amanah.

3. Berbicara Seputar Sejarah

Kurang dari setengah jam Anies berpidato di depan masyarakat Jakarta. Hampir sebagian pidatonya berbicara seputar sejarah. Anies menuturkan bahwa DKI Jakarta yang kini di bawah pimpinannya itu memiliki sejarah panjang.

Anies juga menyebutkan beberapa tempat bersejarah yang tak jauh dari lokasi ia berpidato. Misalnya, tempat Sumpah Pemuda, lokasi perumusan Pancasila, dan Pegangsaan Timur, tempat Ir. Soekarno dan Hatta membacakan teks proklamasi.

“Jakarta adalah tempat yang dipenuhi oleh sejarah, setiap sudut di kota ini menyimpan lapisan kisah sejarah yang dilalui ratusan bahkan ribuan tahun. Jakarta tidak dibangun baru kemarin sejak era Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia hingga kini Jakarta adalah sejarah pergerakan peradaban manusia,” ungkap Anies.

4. Anies Baswedan Didampingi Limbad

Tak banyak yang menduga, pesulap Limbad turut mendampingi Anies Baswedan saat tampil berpidato di Balai Kota DKI Jakarta. Bahkan, Limbad tampak mengenakan pakaian serba hitam dan berdiri tepat di belakang Anies.

Belum diketahui, apakah Limbad termasuk daftar tamu undangan Anies. Namun saat ditanya wartawan, ia hanya tersenyum seraya terus berjalan masuk menuju Balai Kota.

5. Dilaporkan ke Polisi karena Pidatonya

Diksi ‘pribumi’ dalam pidatonya, rupanya dimanfaatkan oleh sayap pemuda PDI-P untuk menghantarkan Anies ke polisi. Banteng Muda Indonesia pada Selasa (17/10) menyambangi Polda Metro Jaya untuk melakukan konsultasi dan mengeluhkan ucapan Anies ke kepolisian. BMI diwakili oleh Kepala Departemen Bidang Hukum dan HAM DPD Banteng Muda Indonesia Pahala Sirait dan Wakil Ketua Bidang Hukum Ronny Talapessy.

“Ada penghentian penggunaan istilah pribumi dan non-pribumi di dalam berbagai kegiatan kebijakan atau penyelenggaraan urusan pemerintahan,” ucap Pahala. (rahman/kiblat)